Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day). Peringatan ini bukan sekadar simbol penghargaan terhadap perempuan, tetapi merupakan momentum global untuk memperjuangkan kesetaraan hak, perlindungan dari kekerasan, serta keadilan sosial dan ekonomi bagi perempuan di seluruh dunia.
Secara internasional, peringatan Hari Perempuan Internasional tahun ini kembali menekankan pentingnya mempercepat kesetaraan gender dan memperkuat perlindungan terhadap perempuan dari berbagai bentuk diskriminasi dan kekerasan. Tema global yang diangkat mengajak seluruh negara untuk mempercepat langkah nyata dalam memastikan perempuan memperoleh akses yang setara dalam pendidikan, pekerjaan, kepemimpinan, dan perlindungan hukum.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan masih terus berjalan. Banyak kemajuan telah dicapai, tetapi berbagai tantangan masih ada, terutama terkait kekerasan terhadap perempuan, ketimpangan ekonomi, dan perlindungan tenaga kerja perempuan.
Perlawanan terhadap Kekerasan terhadap Perempuan
Di berbagai negara, termasuk Indonesia, isu kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius. Kekerasan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti:
-
kekerasan dalam rumah tangga
-
pelecehan seksual di tempat kerja
-
eksploitasi ekonomi
-
kekerasan berbasis gender di ruang publik maupun digital
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menunjukkan kemajuan penting dengan lahirnya berbagai kebijakan yang bertujuan memperkuat perlindungan perempuan. Kehadiran regulasi dan mekanisme hukum menjadi langkah penting agar perempuan memiliki akses keadilan ketika mengalami kekerasan atau diskriminasi.

Namun perjuangan tidak berhenti pada pembentukan hukum saja. Tantangan terbesar sering kali terletak pada implementasi, penegakan hukum, serta perubahan budaya sosial yang masih memandang rendah posisi perempuan dalam beberapa konteks kehidupan.
Oleh karena itu, peringatan Hari Perempuan Internasional harus menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap perempuan tidak hanya membutuhkan aturan hukum, tetapi juga komitmen bersama dari pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
Hak Perempuan dalam Dunia Kerja
Kesetaraan perempuan juga sangat berkaitan dengan hak ekonomi dan kesempatan kerja. Banyak perempuan yang bekerja keras menopang ekonomi keluarga dan masyarakat, tetapi belum sepenuhnya mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan yang layak.
Salah satu isu penting yang saat ini sedang menjadi perhatian adalah hak Asisten Rumah Tangga (ART). Selama ini, jutaan pekerja rumah tangga di Indonesia—yang sebagian besar adalah perempuan—belum memiliki perlindungan hukum yang kuat sebagai pekerja formal.
Saat ini, rancangan undang-undang tentang perlindungan pekerja rumah tangga sedang dibahas di parlemen. Kehadiran regulasi ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum mengenai:
-
standar upah yang layak
-
jam kerja yang manusiawi
-
perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi
-
jaminan sosial dan kesehatan
Pengakuan terhadap hak pekerja rumah tangga merupakan bagian penting dari perjuangan kesetaraan perempuan, karena pekerjaan domestik selama ini sering dianggap tidak memiliki nilai ekonomi yang setara dengan pekerjaan lain.
Perempuan sebagai Garda Depan Industri Pariwisata Bali
Di Bali, perempuan memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga kualitas industri pariwisata. Industri pariwisata tidak hanya dibangun oleh infrastruktur dan investasi, tetapi juga oleh keramahan, pelayanan, budaya, dan kualitas sumber daya manusia—di mana perempuan memiliki kontribusi yang sangat besar.

Banyak perempuan Bali yang bekerja di berbagai sektor pariwisata, antara lain:
-
pramuniaga di pusat perbelanjaan dan toko suvenir
-
karyawan hotel dan restoran
-
terapis spa dan wellness
-
pemandu wisata perempuan
-
driver perempuan yang melayani wisatawan
-
pelaku UMKM yang menyediakan produk lokal
Mereka adalah wajah dari pelayanan pariwisata Bali. Keramahan, ketelitian, dan profesionalisme perempuan menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dirasakan oleh wisatawan dari seluruh dunia.
Namun di balik peran besar tersebut, masih banyak perempuan yang menghadapi berbagai tantangan, seperti: 
-
keterbatasan akses terhadap pelatihan dan peningkatan keterampilan
-
ketimpangan upah dan kesempatan karier
-
perlindungan kerja yang belum optimal
-
keterbatasan akses permodalan bagi pelaku UMKM perempuan
-
Oleh karena itu, pembangunan industri pariwisata yang berkualitas harus juga diikuti dengan komitmen untuk memperkuat posisi perempuan di dalamnya.
Mendorong Komitmen Pemerintah terhadap Pemberdayaan Perempuan
Perayaan Hari Perempuan Internasional juga menjadi momentum untuk mendorong pemerintah agar terus berkomitmen dalam kebijakan pembangunan yang berpihak pada pemberdayaan perempuan.
Salah satu langkah penting adalah memastikan bahwa anggaran pemerintah juga dialokasikan untuk peningkatan kapasitas perempuan, terutama dalam sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah seperti pariwisata.Program yang dapat diperkuat antara lain:
-
pelatihan keterampilan profesional bagi perempuan di sektor pariwisata
-
peningkatan standar kompetensi bagi pekerja spa dan wellness
-
pelatihan bahasa asing dan pelayanan wisata
-
dukungan permodalan dan pendampingan bagi UMKM perempuan
-
program kewirausahaan bagi perempuan muda
Dengan kebijakan yang tepat, perempuan tidak hanya menjadi pekerja dalam industri pariwisata, tetapi juga dapat berkembang menjadi pengusaha, pemimpin, dan inovator dalam ekonomi lokal.
Menuju Pariwisata yang Adil dan Berkelanjutan
Industri pariwisata yang berkualitas tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan atau besarnya investasi. Pariwisata yang berkelanjutan harus memastikan bahwa manfaat ekonomi juga dirasakan secara adil oleh masyarakat, termasuk perempuan yang menjadi bagian penting dari industri tersebut.
Ketika perempuan mendapatkan kesempatan yang setara—dalam pendidikan, pekerjaan, kepemimpinan, dan perlindungan hukum—maka pembangunan ekonomi akan menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.
Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi aktor utama yang menggerakkan perubahan sosial dan ekonomi.
Penutup
Hari Perempuan Internasional adalah pengingat bahwa perjuangan menuju kesetaraan masih terus berjalan. Di Indonesia dan di Bali, perempuan telah menunjukkan peran luar biasa dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.
Mulai dari pekerja rumah tangga, pekerja industri, pelaku UMKM, hingga pekerja pariwisata—perempuan telah menjadi garda depan dalam menjaga kehidupan keluarga, masyarakat, dan ekonomi daerah.
Kini saatnya memastikan bahwa kontribusi tersebut juga diiringi dengan perlindungan hukum, kesempatan yang setara, serta dukungan kebijakan yang nyata.
Karena ketika perempuan diberdayakan, bukan hanya perempuan yang maju—
masyarakat, ekonomi, dan masa depan bangsa juga ikut berkembang. ✨ -
Author: Tira Triyana
A Balinese woman who is active in her daily life as a consultant & activist, also active in the PDI Perjuangan and leads several youth organizations, Women's Organizations and Children's Observers including Observers of the Disabled. Perempuan Bali yang kesehariannya adalah sebagai aktivis Pergerakan dan juga aktif di salah satu Partai Politik yaitu PDI Perjuangan dan memimpin beberapa organisasi kepemudaan, Organisasi Perempuan dan Pemerhati Anak-anak termasuk Pemerhati kaum Difabel.





