Selamat Pagi, Rahajeng Semeng semeton Bali, kawan-kawan di seluruh Indonesia, seperti biasa bersama saya Tira kita ngobrol lagi tentang masalah yang masih hot hari ini yaitu tentang impor-impor. Indonesia sekarang sedang dilanda maniak untuk impor oleh para pembantu Presiden, mereka sekarang memutuskan untuk mengimpor beras, dimana kemaren ada impor garam dan impor beras merupakan isu seksi terutama buat para Nasionalis, artinya bahwa kita Indonesia yang tadinya Presiden sudah sempat mengkampanyekan untuk bagaimana Cinta Produk Indonesia namun ternyata pembantu presiden malah memutuskan impor beras, tentunya ini sangat bertentangan dengan Kebijakan Politik dari Presiden Jokowi dan juga sangat jauh dari komitmen awal bahwa Indonesia ini akan membentuk sebuah kekuatan untuk berdikari secara ekonomi, berarti segala hal yang ada di Indonesia seperti produk-produk yang ada di Indonesia, hasil-hasil para petani itu harus dicintai sebagai produk dalam negeri yang dinikmati oleh bangsanya sendiri. Demikian banyak para petani di masa pademi ini yang menjerit karena daya beli masyarakat yang menurun tiba-tiba ada kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras, bagaimana menurut saudara-saudara?, tentunya hal ini sangat bertentangan bukan?.
Nah untuk kawan-kawan yang ada di Bali atau di seluruh Indonesia kita mulai saja Tantang atau Tentang pembantu Presiden yang mengimpor beras ini dengan cara yaitu dengan cara “Jangan membeli beras impor” tolak untuk mengkonsumsi beras impor, kita konsumsi saja beras yang merupakan hasil produksi dari para petani kita yang ada di dalam negeri, jangan sampai para petani kita berasnya dijual murah karena bersaing dengan komoditi beras impor yang dianggap kualitasnya lebih tinggi, seharusnya sebagai pemerintah bertanggung jawab untuk bagaimana para petani kita mampu menghasilkan produk-produk yang memang mampu bersaing secara standar internasional, untuk itu kawan-kawan saya Tira akan berkomitmen untuk hanya makan beras dari para petani Indonesia, beras yang ada di Bali, karena saya ada di Bali, beras Bali yang demikian bagus saya makan rasanya, saya akan konsumsi beras yang hanya dari hasil para petani di bali, bagaimana dengan kawan-kawan yang ada di daerah lain.
Silahkan konsumsi beras yang dihasilkan oleh para petani di daerah masing-masing, dengan demikian kita berarti mencintai negara kita, kita mencintai bangsa kita dan kita mencintai produk dalam negeri kita tentu kita mencintai para petani kita. Mari bantu para petani kita untuk tetap survive apalagi di masa pademi kali ini, kita konsumsi produk dalam negeri. Jadi kita tolak kita tentang kebijakan yang sudah jauh dari kebijakan politik Presiden Jokowi, untuk itu kita minta Presiden Jokowi untuk menindak tegas atau membatalkan kebijakan pembantunya yang sudah jauh sekali dari komitmen awal. Ok itu dulu teman-teman, terima kasih, jika ada saran dan pendapat silahkan langsung komen disini atau hubungi saya. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan perduli dengan produk Indonesia, Terimakasih. Tonton di Facebook: https://fb.watch/4qtFZ5-Ueb/
Author: Tira Triyana
A Balinese woman who is active in her daily life as a consultant & activist, also active in the PDI Perjuangan and leads several youth organizations, Women's Organizations and Children's Observers including Observers of the Disabled. Perempuan Bali yang kesehariannya adalah sebagai aktivis Pergerakan dan juga aktif di salah satu Partai Politik yaitu PDI Perjuangan dan memimpin beberapa organisasi kepemudaan, Organisasi Perempuan dan Pemerhati Anak-anak termasuk Pemerhati kaum Difabel.





