
Wabah Corona menyebabkan sekitar 20.000 Pekerja Migran Bali Kehilangan pekerjaan dan kembali ke Bali. Sebagian ada yang bekerja sebagai Awak Kapal ada juga yang memang sebagai Pekerja Migran Indonesia yang bekerja di berbagai negara.
Mereka secara bergelombang sudah pulang ke Bali, dan tentu hal ini memerlukan perhatian yang cukup serius dari Pemerintah Provinsi dalam usaha memutus penularan Covid 19 di Bali.
Mereka juga harus diberikan jaminan dalam masa isolasi baik mandiri maupun atas fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah.
Yang menjadi persoalan adalah apakah Pemerintah cukup tegas dalam pengawasan isolasi yang harus dijalani oleh Para Pekerja Migran ini? Siapa tim yang akan mengawasi mereka. Karena jumlah 20.000 orang bukanlah jumlah yang sangat sedikit yang tersebar di hampir seluruh kabupaten di Bali.
Dalam Konferensi Persnya Gubernur Bali selaku Ketua Satgas Penanggulangan Covid 19 8 April Lalu mengatakan bahwa telah menyiapkan beberapa tempat isolasi bagi Pekerja Migran Bali. Berikut dengan segala fasilitas yang memadai seperti kamar tidur ber AC sebanyak 1.000 lebih dan Makan yang ditanggung seluruhnya oleh Pemerintah Provinsi.
Semoga saja segala hal yang disiapkan oleh pemerintah Provinsi Bali ini menjadi sangat efektif dalam memutus rantai penularan Covid 19 ini. Dan tak satupun bisa luput dari pemeriksaan dengan menggunakan Rapid Test di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kalau hanya diperiksa suhu tubuhnya saja maka hal ini tidak menjamin bahwa mereka tidak terpapar atau terinveksi virus Covid19.
Tidak hanya Para Pekerja Migran yang harus teredukasi dengan baik, tapi keluarga Para Pekerja Migran haruslah dberikan Pemahaman yang cukup agar mereka secara bijak mampu melaksanakan pencegahan Penularan dengan turut mendorong agar isolasi terhadap anggota Keluarganya yang menjadi Pekerja Migran dilaksanakan dengan sangat disiplin. Sementara Peran Adat hanya mampu nantinya mengawasi hal ini secara persuasif melalui penyadaran kepada Yang bersangkutan dan kepada Pihak Keluarga. Bali juga selayaknya bisa mengadopsi cara penanganan pekerja Migran oleh negara lain yang sudah sukses contohnya Korea Selatan yang dilaksanakan secara sangat efektif, akurat dan terawasi secara ketat. Pemerintah selayaknya mempunyai Tim Khusus untuk itu.
Author: Tira Triyana
A Balinese woman who is active in her daily life as a consultant & activist, also active in the PDI Perjuangan and leads several youth organizations, Women's Organizations and Children's Observers including Observers of the Disabled. Perempuan Bali yang kesehariannya adalah sebagai aktivis Pergerakan dan juga aktif di salah satu Partai Politik yaitu PDI Perjuangan dan memimpin beberapa organisasi kepemudaan, Organisasi Perempuan dan Pemerhati Anak-anak termasuk Pemerhati kaum Difabel.





