Denpasar, 14 September 2021, Penyebaran Virus Covid19 akhir-akhir ini menjadi sangatlah merata di seluruh wilayah Provinsi Bali, Bali hingga sempat bertengger lama di Level 4, artinya sudah menjadi tingkat menghawatirkan. Hari ini tanggal 14 September 2021 Bali baru bisa menurunkan posisinya dari Level 4 menjadi Level 3, bukan berarti bahwa Bali sudah dalam kondisi baik-baik saja.
Kluster-kluster banyak bermunculan, dari Kluster Keluarga, Kluster Adat ataupun Kluster lain yang potensial membentuk kerumunan. Banyak juga yang telah tertular virus ini namun menunjukan berbagai reaksi yang berbeda-beda satu sama lain. Tergantung dari tingkat Imun tubuh maupu sakit bawaan yang mungkin sudah dialami sebelumnya.
Buat sebagian masyarakat akhir-akhir ini mungkin tertular itu menjadi hal yang bukan menakutkan lagi, karena paradigma mulai bergeser bahwa Virus ini bisa diatasi seperti halnya terjangkit virus lain. Bagi yang memang yakin bisa mengatasinya tentu hal ini merupakan kelebihan tersendiri. Untuk sebagian orang bahwa terjangkit virus ini adalah merupakan sakit Flu atau demam biasa yang bisa diatasi dengan obat Demam biasa dan juga dengan istirahat dan perawatan yang secukupnya. Mungkin saja hal ini bisa merupakan salah satu jalan yang tepat tentu untuk penderita yang ringan.
Saya telah mengalami terpapar virus Covid19, untuk mengatasinya tentu saya harus memeriksakan diri saya secara intens kepada Dokter yang memang saya percaya untuk itu. Mengkonsumsi obat yang memang diberikan resepnya oleh Dokter juga bersedia melakukan Isolasi diri untuk tidak menularkannya kepada yang lain.
Tips yang bisa saya sharing di sini jika terpapar Virus Covid19 adalah:
- Kenali dulu gejala yang ada pada diri kita. Apakah mengalami demam tinggi, Flu, pusing, nafsu makan menurun, tidur tidak nyenyak, Batuk, Pilek, Indra penciuman mulai menurun? maka kita perlu segera memeriksakan diri kita.
- Jika kita sudah positif atau menunjukan gejala seperti di atas maka segera mengisolasi diri, keputusan ada di tangan kita apakah Isoter atau Isoman, Intinya kita tidak boleh melakukan kontak fisik dengan siapapun agar tidak menularkan ke Yang lain.
- Lakukan mandi air hangat sesering mungkin dalam 1 hari untuk menurunkan demam dan Virus ini kabarnya takut dengan suhu panas.
- Minum air hangat juga sesering mungkin karena akan menghangatkan tenggorokan dimana virus itu akan bertengger dalam sementara waktu sebelum ke Paru-paru
- Saya setiap hari minum air Kelapa muda ( bukan kelapa muda untuk es kelapa) saya minum 3 butir setiap hari untuk meningkatkan oksidant dalam tubuh.
- Tambahkan Vitamin D, Vitamin C dan juga berjemur dalam terik matahari sebanyak mungkin
- Jangan panik di hari ke 5,6,7,8 karena akan mengalami fase yang sangat tidak mengenakkan tentu reaksi masing-masing orang berbeda-beda.
- Istirahat yang cukup, dan isi waktu senggang dengan hal-hal yang menyenangkan.
- makan yang teratur walau nafsu makan sangat menurun, perbanyak makanan yang mengandung protein, Sayuran hijau dan segar dan kurangi Karbohidrat.
- Rajin berkomunikasi dengan teman-teman yag mengalami hal yang sama. Sehingga saling bisa berbagi pengalaman.
- Perbanyak doa dan latihan pernafasan.
Dari apa yang saya tulis ini semoga menjadi hal yang bermanfaat buat pembaca paling tidak jika terjadi tanda-tanda seperti apa yang saya alami maka siapapun bisa mengantisipasi dan bisa mengatasi secara dini sehingga tidak sampai ke tingkat yang fatal.
Author: Tira Triyana
A Balinese woman who is active in her daily life as a consultant & activist, also active in the PDI Perjuangan and leads several youth organizations, Women's Organizations and Children's Observers including Observers of the Disabled. Perempuan Bali yang kesehariannya adalah sebagai aktivis Pergerakan dan juga aktif di salah satu Partai Politik yaitu PDI Perjuangan dan memimpin beberapa organisasi kepemudaan, Organisasi Perempuan dan Pemerhati Anak-anak termasuk Pemerhati kaum Difabel.





