Tanggal 5 Mei diperingati sebagai Hari Bidan Internasional diseluruh dunia, tanggal 5 mei dijadikan sebagai Hari Bidan Internaisonal telah dimulai dari tahun 1980-an. Akan tetapi, pada tahun 1992 seresmikan secara formal. Secara Internasional pengertian bidan dan praktiknya telah diakui oleh International Confederation of Midwives (ICM) tahun 1972 dan International Federation of International Gynecologist and Obstetrian (FIGO) tahun 1973, WHO dan badan-badan lainnya.

Pada tahun 1990 pada pertemuan Dewan di Kobe, ICM menyempurnakan definisi tersebut yang kemudian disahkan oleh FIGO (1991) dan WHO (1992), “ A midwife is a person who, having been regulary admitted to a midwifery educational program fully recognized in the country in which it is located, has succesfully completed the prescribed course of studies in midwifery and has acquired the requiste qualification to be registered and or legally licensed to practice midwifery” (Bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan bidan yang diakui oleh negara serta memperoleh kualifikasi dan diberi ijin untuk melaksanakan praktik kebidanan di negara itu).
Tujuan utama dengan adanya peringatan Hari Bidan Internasional ialah untuk mempromosikan peran penting bidan dalam kehidupan manusia yang memiliki kaitan tentang persalinan dan juga kesehatan reproduksi. Hari Bidan Internasional juga dipergunakan sebagai tolak ukur bagaimana perkembangan kualitas bidan saat ini mengingat bidan memiliki fungsi penting tidak hanya bagi wanita yang sedang mengandung tetapi juga seluruh masyarakat. Dilansir situs web Kementerian Kesehatan RI, bidan tidak hanya punya peran yang sangat krusial untuk memeriksa, membantu merawat, dan juga membantu persalinan untuk wanita hamil. Bidan juga berperan dalam meningkatkan derajat wanita, seperti melalui pelayanan kontrasepsi, memberikan imunisasi kepada bayi, dan menurunkan angka kematian ibu (AKI).
Dengan diperingatinya Hari Bidan Internasional, semoga para bidan diseluruh dunia semakin bisa bersikap profesional dan kompeten dalam melaksanakan tugas yang mulia dan mempersiapkan masa depan untuk anak-anak didunia.
Author: Tira Triyana
A Balinese woman who is active in her daily life as a consultant & activist, also active in the PDI Perjuangan and leads several youth organizations, Women's Organizations and Children's Observers including Observers of the Disabled. Perempuan Bali yang kesehariannya adalah sebagai aktivis Pergerakan dan juga aktif di salah satu Partai Politik yaitu PDI Perjuangan dan memimpin beberapa organisasi kepemudaan, Organisasi Perempuan dan Pemerhati Anak-anak termasuk Pemerhati kaum Difabel.





